Saham Singapura berakhir turun 0,97 persen Jumat

Saham Singapura berakhir turun 0,97 persen Jumat


Singapura (ANTARA) – Saham Singapura ditutup 0,97 persen lebih rendah pada Jumat, karena data tenaga kerja AS yang mengecewakan, ditambah dengan kekhawatiran atas valuasi ekuitas dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan sentimen investor.

Pasar AS turun pada Kamis lalu karena data ketenagakerjaan yang lebih lemah, tetapi lebih tinggi dari level terendah pada hari itu karena kekhawatiran kenaikan suku bunga mereda. Presiden AS Joe Biden dilaporkan akan mengeluarkan perintah untuk meninjau rantai pasokan utama AS yang terkait dengan semikonduktor, baterai berkapasitas tinggi, dan logam tanah jarang.

Sementara itu, harga minyak mentah turun di Asia karena permintaan minyak mentah dari kilang tetap lemah akibat masalah operasional yang disebabkan oleh suhu yang membeku.

Riset Ritel Maybank-Kim Eng mengatakan “secara teknis, Indeks Straits Times kemungkinan akan terikat dalam kisaran antara resisten awal pada 2.950 poin dan level support pada 2.840 poin dalam waktu dekat.”

Indeks acuan Singapura, Straits Times turun 28,21 poin menjadi 2.880,64 poin. Volume perdagangan 2,8 miliar saham senilai 1,37 miliar dolar Singapura. Jumlah saham yang turun melebihi jumlah yang naik dengan 261 berbanding 202.

Saham ST Engineering naik 0,27 persen menjadi 3,75 dolar Singapura. Perusahaan ini melaporkan laba bersih setahun penuh turun sepuluh persen menjadi 521,8 juta dolar AS karena penurunan nilai aset tidak berwujud dan perubahan nilai wajar perusahaan asosiasi yang sejalan dengan prospek bisnis yang lebih buruk untuk beberapa lini bisnis. Pendapatan setahun penuhnya juga turun sembilan persen menjadi 7,16 miliar dolar AS karena permintaan pelanggan yang lebih rendah, tantangan rantai pasokan, dan gangguan tenaga kerja. Sektor kedirgantaraannya paling terpukul karena perjalanan penumpang udara dibatasi.

Di antara saham berkinerja terbaik, Wilmar International naik 1,09 persen menjadi 5,57 dolar Singapura, sementara UOB menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dengan turun 1,38 persen menjadi 23,6 dolar Singapura. (1 dolar AS sama dengan 1,32 dolar Singapura)

 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Berikan Tanggapan

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Kolom yang harus diisi *