Kalbar ekspor 218.050 ton CPO hingga April 2021

Kalbar ekspor 218.050 ton CPO hingga April 2021

…Hal itu merupakan sesuatu yang membanggakan dan disyukuri karena kehadiran Pelabuhan Kijing berdampak pada ekspor Kalbar. Ini memberikan harapan terhadap prospek meningkatnya ekonomi Kalbar.

Pontianak LGMI News –
Ekspor crude palm oil (CPO) Kalimantan Barat tercatat sebesar 218.050 ton hingga April 2021, kata 
Kepala Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Muhammad Munsif.

“Kalau kita lihat datanya sejak Januari – April mencapai 218.050 ton. Hal itu merupakan sesuatu yang membanggakan dan disyukuri karena kehadiran Pelabuhan Kijing berdampak pada ekspor Kalbar. Ini memberikan harapan terhadap prospek meningkatnya ekonomi Kalbar,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa Kalbar sangat diuntungkan dengan keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing. Komoditas-komoditas ekspor yang sebelumnya memanfaatkan pelabuhan di daerah lain dapat dialihkan ke pelabuhan ini, sehingga memangkas biaya transportasi. Di samping itu, Kalbar juga mendapat bagian pajak sebagai daerah pengekspor.

Baca juga: Gapki: Harga CPO kembali naik, tembus Rp11.700 terdongkrak permintaan

“Kita dapat bagian dari bea ekspor, pajak ekspor yang dikenakan pada CPO dan produk turunannya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa sektor perkebunan tetap tumbuh dan kinclong terutama sawit. Harga sawit sangat bersahabat dengan perusahaan dan petani.

“Untuk harga CPO pada Perido I Juli 2021 Kalbar yakni Rp8.847,63 per kilogram,” kata dia.

Baca juga: PKT garap pengolahan CPO sebagai diversifikasi usaha

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. BPS Kalbar mencatat ekspor golongan lemak & minyak hewan/ nabati (HS15) Januari-Mei 2021 sebanyak 217.800 ton. Angka ini mengalami kenaikan 623,83 persen apabila dibandingkan dengan ekspor golongan tersebut pada periode yang sama di tahun 2020.

Masih dari data BPS, nilai ekspor golongan lemak & minyak hewan/ nabati (HS15) Januari-Mei 2021 sebesar 195,94 juta dolar AS, atau naik lebih dari tujuh kali lipat apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar 27,07 juta dolar.

Berdasarkan data BPS, golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS15), hampir 99 persennya merupakan CPO.

Pewarta: Dedi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *