IHSG berpotensi menguat dibayangi aksi jual asing

IHSG akhir pekan berpeluang naik seiring penguatan bursa AS


“IHSG pada perdagangan akhir pekan berpotensi melanjutkan penguatan, bergerak pada rentang 5.979-6.054

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan berpeluang naik seiring penguatan bursa saham Amerika Serikat.

IHSG dibuka menguat 13,57 poin atau 0,23 persen ke posisi 6.026,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,54 poin atau 0,39 persen ke posisi 901,35.

“IHSG pada perdagangan akhir pekan berpotensi melanjutkan penguatan, bergerak pada rentang 5.979-6.054,” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Bursa ekuitas AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (29/4) merespons laporan kinerja kuartal I 2021 emiten.

Saham Facebook melonjak 7,3 persen ke level tertinggi sepanjang masa setelah melaporkan kenaikan penjualan dan jumlah pengguna. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi 10 tahun AS yang stabil di level 1,6 persen juga menopang menguatnya saham teknologi.

Sementara itu, klaim awal tunjangan pengangguran AS kembali menurun tercatat sebanyak 553.000 dari sebelumnya 566.000 pada pekan lalu.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 AS tercatat mencapai 6,4 persen (yoy), kenaikan terbesar sejak kuartal III-2003.

Investor juga mencermati pidato Presiden AS Joe Biden yang kembali mendorong paket infrastruktur senilai 2 triliun dolar AS dan paket American Families Plan senilai 1,8 triliun dolar AS untuk keluarga, anak-anak dan pelajar.

Di sisi lain, Indeks Pan-European Stoxx 600 turun ke level 438,77 ditengah laporan keuangan kuartal I 2021 emiten dan data inflasi negara-negara Eropa. Mayoritas bursa regional utama Eropa juga tercatat melemah. Fokus investor tertuju pada data inflasi April zona Euro yang akan dirilis pada Jumat ini.

Dari Asia, investor menanti rilis data PMI Manufaktur China periode April pada hari ini. Dari komoditas, harga minyak menguat di pasar komoditas Asia seiring sinyal permintaan yang makin kuat mengimbangi kekhawatiran lonjakan kasus infeksi COVID-19 di beberapa negara, khususnya India.

Minyak WTI naik ke level 64,04 dolar AS per barel dan minyak Brent naik ke level 67,49 dolar AS per barel.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 116,32 poin atau 0,4 persen ke 28.937,65, indeks Hang Seng turun 343,88 poin atau 1,17 persen ke 28.959,38, dan indeks Straits Times meningkat 13,58 poin atau 0,42 persen ke 3.235,16.

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Berikan Tanggapan

Alamat email Anda akan dirahasiakan. Kolom yang harus diisi *