Isyana Sarasvati akui tak bisa lepas dari kopi

Isyana Sarasvati akui tak bisa lepas dari kopi

Jakarta LGMI News – Sebagai pecinta kopi, penyanyi Isyana Sarasvati mengaku bahwa setiap harinya dia tak pernah bisa lepas dari kopi, terutama kopi susu.

“Aku adalah pecinta kopi, aku enggak pernah bisa lepas dari kopi setiap hari. Kopi susu terutama,” katanya saat bertemu wartawan di Jakarta pada Senin.

Baca juga: Isyana Sarasvati akan hadirkan video musik untuk tenaga medis

“Kopi susu yang cukup eksploratif juga suka, misalnya yang dicampur dengan alpukat, aku suka sih,” lanjut dia.

Meski sangat menyukai kopi susu, Isyana mengatakan dirinya tetap terbuka untuk menikmati kopi dengan varian rasa lainnya.

Pelantun lagu “Tetap Dalam Jiwa” itu menceritakan, dia mulai suka minum kopi saat duduk di bangku kuliah untuk membantunya tetap fokus dalam mengerjakan tugas.

“Pas kuliah itu memang kopi sangat membantu mahasiswa agar melek buat ngerjain tugas. Kayak ada yang kurang aja gitu kalau enggak ada kopi di sebelah aku kalau lagi ngerjain sesuatu,” ujar Isyana.

Dia menambahkan, kopi juga sangat mempengaruhi kinerjanya saat melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, kopi menjadi minuman wajib bagi Isyana setiap pagi sebelum melakukan aktivitas.

“Aku setiap pagi jadinya harus minum kopi dan akhir-akhir ini memang sangat gemar minum kopi susu,” kata dia.

Baca juga: Isyana Sarasvati – Rara Sekar jelajahi keajaiban alam Indonesia

Baca juga: Isyana dan Afgan kenalkan tiga destinasi wisata utama Indonesia

Baca juga: Isyana jadikan Ramadhan momen unjuk bakat memasak pada suami

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

"The Matrix Resurrections" rajai box office China

“The Matrix Resurrections” rajai box office China

Jakarta LGMI News – “The Matrix Resurrections” dari Warner Bros. menempati posisi pertama pada akhir pekan di box office China berkat penjualan sebesar 7,5 juta juta dolar Amerika menurut data dari konsultan Artisan Gateway.

Dilansir Variety pada Senin, box office nasional China untuk tahun 2022 dimulai dengan lambat. Saat ini berada angkanya menurun 15 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu.

Negara tersebut saat ini sedang berjuang untuk menahan ancaman dari varian omicron COVID-19 menjelang pertandingan Olimpiade Beijing mendatang.

Baca juga: “The Matrix Resurrections” rilis poster baru

Hingga Minggu (16/1), sekitar 14 provinsi telah melaporkan kasus omicron lokal, termasuk kota Beijing dan Shanghai. Bioskop di daerah berisiko tinggi seperti Tianjin dan Xi’an telah ditutup selama berhari-hari, sementara yang masih beroperasi di negara itu tetap pada kapasitas maksimum 75 persen.

“The Matrix Resurrections” saat ini diperkirakan akan meraup total 15,2 juta dolar, menurut perkiraan dari platform tiket Maoyan.

Trilogi film pertamanya diputar di China

pada saat kapasitas total box office negara itu jauh lebih kecil daripada hari ini.

Pada tahun 2000, “The Matrix” meraup 2,68 juta dolar, sementara “The Matrix Reloaded” dan “The Matrix Revolutions” masing-masing meraup 6,77 juta dolar pada tahun 2003.

“Paw Patrol: The Movie” Paramount juga memulai debutnya selama akhir pekan terakhir, meraup 3,6 juta dolar dalam tiga hari pertama di bioskop.

Sementara itu, untuk film lokalnya, “Embrace Again” yang bercerita tentang pandemi mendapat 6,8 juta dolar, “G Storm” film thriller kriminal meraup 4,2 juta dolar dan komedi “Another Me” meraih 4,1 juta dolar.

Baca juga: Keanu Reeves sumbang pendapatan “The Matrix” untuk penelitian kanker

Baca juga: “The Matrix Resurrections”, terjebak masa lalu dan realitas masa kini

Baca juga: “The Matrix Resurrections” lolos tayang di China

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

"Spider-Man" tetap dominasi box office Korea Selatan selama 5 minggu

“Spider-Man” tetap dominasi box office Korea Selatan selama 5 minggu

Jakarta LGMI News – “Spider-Man: No Way Home” dikabarkan tetap berada di puncak box office Korea Selatan untuk akhir pekan kelima berturut-turut.

Dikutip dari Variety, Senin, “Spider-Man” melanjutkan penayangannya yang mendominasi dengan 1,48 juta dolar AS (Rp21,1 miliar) selama akhir pekan terakhir. Sementara itu film fiksi Korea Selatan “Special Delivery” berada di urutan kedua setelah “Spider-Man” dengan 1,33 juta dolar AS (Rp19 miliar) dan 1,88 juta dolar AS (Rp26,9 miliar) selama lima hari pembukaannya. “Special Delivery” dikabarkan mendapatka 922 layar sementara “Spider-Man” 1.100 layar.

Sementara itu, film animasi “Sing 2” tetap berada di tempat ketiga dengan 1,07 juta dolar AS (Rp15,3 miliar) di akhir pekan kedua. Film ini pun meraup total 3,85 juta dolar AS (55,1 miliar) dalam 12 hari penayangannya. Kemudian, “A Policeman’s Lineage” dari Korea Selatan yang rilis pada 5 Januari lalu dikabarkan turun dari posisi kedua menjadi posisi keempat.

Agregat akhir pekan nasional merosot menjadi 5,99 juta dolar AS (Rp85 miliar), turun dari 7,40 juta dolar AS (Rp105,9 miliar) pada akhir pekan pertama tahun ini. Pada kecepatan tersebut dan judul-judul lokal yang terus berkinerja lemah, Korea Selatan diperkirakan akan menjadi pasar film terbesar keempat di dunia setelah Amerika Utara, Cina dan Jepang.

Baca juga: Selembar halaman komik Spider-Man terjual Rp48 miliar

Baca juga: “Spider-Man: No Way Home” akan terus puncaki box office di awal 2022

Baca juga: “Spider-Man: No Way Home” tembus lebih dari 5 juta penonton di Korsel

Penerjemah: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Denzel Washington bocorkan soal film "Equalizer 3"

Denzel Washington bocorkan soal film “Equalizer 3”

Jakarta LGMI News – Denzel Washington mengungkap bahwa film “Equalizer 3” sudah selesai ditulis.

“Equalizer 2” karya Antoine Fuqua dirilis pada 2018. Washington berperan sebagai Robert McCall yang berperan sebagai mantan Marinir dan memiliki operasi khusus.

“Mereka telah menulis ‘Equalizer’ ketiga, jadi saya telah dijadwalkan untuk melakukannya,” ujar Washington dilansir NME, Senin.

“Jadi saya harus bugar dan mulai memukuli orang lagi. Saya bisa memukul orang lagi. Di ‘The Tragedy Of Macbeth’ saya menghajar dan memukuli beberapa orang, tidak ada yang lebih baik lagi kan?” lanjutnya.

Sementara itu, Antoine Fuqua sedang dalam proses membuat kesepakatan untuk kembali ke waralaba setelah mengarahkan dua film “Equalizer” yang pertama.

Saat ini dia bekerja dengan Will Smith di Apple TV+ untuk menggarap sebuah film tentang budak pelarian berjudul “Emancipation”.

“The Equalizer” dirilis pertama kali pada 2014 yang didasarkan pada acara TV tahun 1980-an. Film ini memperlihatkan Robert McCall yang menggunakan kekerasan untuk melindungi pelaku prostitusi remaja, Teri (Chloe Grace Moretz).

“Equalizer 2” kemudian dirilis empat tahun kemudian. Filmnya bercerita tentang McCall yang membalas dendam atas pembunuhan teman dekatnya, Susan Plummer (Melissa Leo).

Film terbaru Washington, “The Tragedy Of Macbeth”, menampilkan dia sebagai Macbeth bersama Frances McDormand sebagai Lady Macbeth.

Baca juga: Rilis film baru, Denzel Washington akui masih belajar jadi sutradara

Baca juga: Istri wakili Chadwick Boseman terima anugerah SAG

Baca juga: Denzel Washington dapat “Lifetime Achievement” Golden Globe

 

Penerjemah: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Julia Fox minta maaf usai singgung Peter Artemiev di media sosial

Julia Fox minta maaf usai singgung Peter Artemiev di media sosial

Jakarta LGMI News – Julia Fox minta maaf kepada mantannya Peter Artemiev setelah sebelumnya menyebut dirinya seorang “pecundang” dan “pecandu alkohol” melalui media sosial.

“Yang ingin saya katakan adalah, saya minta maaf. Kamu bukan pecundang, aku tahu kamu tidak. Dan aku tahu bahwa kamu tidak mencoba untuk melihat Valentino, itu karena kamu tidak mencoba untuk melihatku,” ujar Julia dikutip dari Fox News, Senin.

Lebih lanjut, kekasih dari Kanye West itu mengaku bahwa beberapa rumor yang tersebar antara dia dan Peter Artemiev juga dipicu karena pembicaraan yang dikatakan Peter bahwa Julia tidak mengizinkannya bertemu dengan anak mereka.

“Saya tidak mendapat bantuan sama sekali, dan teman saya keluar kemudian melihat Peter keluar. Peter kemudian mengatakan bahwa saya tidak mengizinkannya melihat anak kami. Dan ketika itu disampaikan ke saya, darah saya mendidih,” kata Julia.

Sebelumnya, Julia Fox telah menyinggung Peter Artemiev selama dua hari di media sosial. Dalam unggahannya, Julia menuduh Peter lebih menghargai gaya hidupnya yang senang berpesta dibandingkan dengan putra mereka. Julia pun mengakhiri permintaan maafnya dengan mencatat bahwa mantannya sekarang telah hadir dalam kehidupan putra mereka.

Baca juga: Kanye West rilis single bertajuk “Eazy”

Baca juga: Ye berencana adakan pertunjukan di Rusia dan bertemu Presiden Putin

Baca juga: Ye kerjakan album “Donda 2”

Penerjemah: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Zhang Hanyu bintangi film "Unspoken"

Zhang Hanyu bintangi film “Unspoken”

Jakarta LGMI News – Aktor asal China Zhang Hanyu membintangi film baru “Unspoken” yang ditulis dan disutradarai oleh Chen Daming, dikutip dari Variety pada Senin.

Pengambilan gambar “Unspoken” telah dimulai dengan mengambil lokasi di China dan Kanada. Film ini rencananya akan tayang pada tahun ini.

Zhang adalah aktor yang memenangkan sejumlah penghargaan akting tertinggi di China, seperti Golden Horse Awards, Golden Rooster Awards, Hundred Flowers Awards, dan Huabiao Awards.

“Unspoken” juga dibintangi oleh Michael Cudlitz (bintang film “The Walking Dead”), Jake Abel (“Malignant”), dan Vivienne Tien.

Film ini berpusat pada karakter Xu (diperankan oleh Zhang), seorang mantan polisi yang kehilangan putrinya yang tuli saat menjalani studi di Amerika.

Kematian mendadak sang putri menimbulkan kesedihan dan rasa bersalah pada Xu, dia yakin bahwa pihak berwenang setempat mengejar tersangka yang salah dan bahwa rasisme membahayakan penyelidikan. Dengan seorang penerjemah bersamanya (Vivienne Tien), Xu mencari keadilan untuk memahami putrinya.

“Xu menemukan kebenaran yang lebih dalam tentang dirinya dan mulai menghargai kehidupan putrinya dengan lebih penuh. Dalam arti yang lebih luas, ‘Unspoken’ adalah tentang kekuatan transformatif dari komunikasi, empati, dan pengertian,” kata sutradara sekaligus penulis Chen.

“Unspoken” diproduksi oleh Huanxi Media dan CMC Pictures, dengan tim produksi internasional yang dipimpin oleh Mark Ordesky dan Jane Fleming dari Court Five, produser China Han Sanping dan Ming Beaver Kwei dari CMC. Selain itu, ada pula mantan presiden produksi Columbia/TriStar Chris Lee yang menjadi produser eksekutif.

“Kami sangat senang dapat bekerja dengan tim Tiongkok yang termasyhur ini untuk meningkatkan produksi yang benar-benar internasional. Dengan tiga bahasa (Inggris, China, dan bahasa isyarat) yang digunakan di lokasi syuting, kami adalah bukti nyata bahwa dengan usaha dan kesabaran, pemahaman selalu mungkin dilakukan,” kata Ordesky dan Fleming.

Sementara itu, CEO Huanxi Media Steven Xiang mengatakan pihaknya yakin film tersebut akan beresonansi dengan penonton, baik di dalam maupun di luar China.

Saat ini, “Unspoken” sedang difilmkan di Manitoba, Kanada, dengan dukungan dari Manitoba Film & Music dan pemerintah Manitoba.

Baca juga: Imaji-imaji cinta sejati di balik film “Till We Meet Again”

Baca juga: Film dan serial TV Korsel resmi tayang kembali di China

Baca juga: Box office tahunan China pimpin pasar global

 

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Anime "Belle" diperkirakan raup Rp28,6 miliar di box office Amerika

Anime “Belle” diperkirakan raup Rp28,6 miliar di box office Amerika

Jakarta LGMI News – Film anime asal Jepang “Belle” diperkirakan meraup total 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28,6 miliar selama periode penayangan Jumat (14/1) hingga Senin di box office Amerika Utara, dikutip dari Deadline pada Senin.

Perusahaan distributor GKIDS mengatakan pendapatan kotor “Belle” juga telah melampaui 1,2 juta dolar AS (Rp17,1 miliar) pada Sabtu (15/1), menjadikannya film karya Mamoru Hosoda dengan pendapatan kotor tertinggi setelah “Mirai” yang hanya mendapat 812 ribu dolar AS (Rp11,6 miliar).

Baca juga: Mamoru Hosoda berbagi inspirasi di balik film anime “Belle”

Direktur distribusi GKIDS, Chance Huskey, mengatakan “Belle” juga berdiri sebagai film anime orisinal terlaris atau yang tidak berafiliasi dengan waralaba TV sejak “Weathering With You” pada 2020 yang menghasilkan 8 juta dolar AS (Rp114,6 miliar) .

Menurut Huskey, “Belle” sejauh ini memiliki performa terbaiknya di wilayah Pantai Barat jika dibandingkan dengan wilayah lain di AS. Ia juga melihat bahwa film ini banyak dibicarakan secara organik di media sosial seperti TikTok dan Twitter.

“Belle” terinspirasi dari dongeng klasik “Beauty and the Beast”. Film ini menerima sambutan baik saat diputar perdana di Festival Film Cannes pada Juli tahun lalu. “Belle” memulai debutnya di Amerika Utara di New York Film Festival (NYFF).

Ceritanya mengikuti seorang siswa SMA bernama Suzu yang memiliki jutaan penggemar di dunia virtual yang disebut “U”. Di dunia tersebut dia juga bertemu dengan karakter seperti monster yang disebut Beast.

Baca juga: “One Piece” umumkan film baru di perayaan 1.000 episode anime

“Ini adalah film Gen Z yang sebenarnya,” tutur Huskey.

Film ini dinilai memiliki daya tarik seni dan komersial serta cenderung memiliki segmentasi kaum muda. Menurut Huskey, film ini mampu menarik demografi penonton usia muda sekitar 13 hingga 24 tahun.

“Belle” telah mendapatkan lima nominasi di Annie Awards, termasuk fitur animasi independen terbaik. Film ini juga mendapat respon positif di platform daring seperti Rotten Tomatoes dengan 95 persen kritik dan skor dari penonton.

Baca juga: “Demon Slayer S2” Ep.6 ungkap memori lama Muzan & transformasi Nezuko

Baca juga: Serial novel grafis “Scott Pilgrim” bakal diadaptasi jadi serial anime

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Scream mencekam sejak 1996 - Infografik ANTARA News

Scream mencekam sejak 1996 – Infografik ANTARA News

Film horor “Scream 5” mulai tayang di bioskop pada 12 Januari 2022 melanjutkan seri sebelumnya. “Scream” yang dibintangi Neve Campbell, Courteney Cox dan David Arquette merupakan salah satu waralaba film horor terpopuler di dunia.


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Kim Kardashian dan Kylie Jenner rayakan ulang tahun anak bersama

Kim Kardashian dan Kylie Jenner rayakan ulang tahun anak bersama

Jakarta LGMI News – Keluarga Kardashian dan Jenner merayakan ulang tahun Chicago West dan Stormi Webster yang ke-4 secara bersama-sama.

Dikutip dari People, Senin, Stormi Webster yang merupakan putri dari Travis Scott dan Kylie Jenner yang berulang tahun pada 1 Februari mendatang. Namun, perayaannya digabungkan dengan pesta ulang tahun Chicago West, putri dari Kim Kardashian dan Kanye West pada Sabtu (15/1).

Perayaan tersebut diketahui diadakan di halaman belakang rumah Kylie Jenner dan menampilkan dekorasi serba pink. Chicago terlihat mengenakan gaun berwarna pink dengan legging yang serasi di bawahnya, sepatu bot koboi pink dan mantel yang juga berwarna pink. Sementara Stormi terlihat mengenakan pakaian serba ungu

Meskipun sudah memutuskan berpisah dengan Kim Kardashian, Kanye West alias Ye juga diketahui terlihat menghadiri pesta ulang tahun tersebut. Bahkan, Ye juga terlihat mengobrol dengan Kim dan Kris Jenner.

Di sisi lain, Kylie juga memerkan baby bump-nya di pesta ulang tahun Chicago dan Stormi. Kylie terlihat mengenakan gaun mockneck pink yang pas dengan bentuk tubuhnya. Selain itu, pesta ulang tahun Chicago dan Stormi juga dihadiri oleh angota keluarga lainnya yakni Khloe Kardashian dan True Thompson.

Baca juga: Kylie Jenner jadi wanita no.1 dengan banyak pengikut di Instagram

Baca juga: Kyle Jenner buka suara terkait insiden Festival Astroworld

Baca juga: Kylie Jenner konfirmasi kehamilan anak kedua

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara

Mamoru Hosoda berbagi inspirasi di balik film anime "Belle"

Mamoru Hosoda berbagi inspirasi di balik film anime “Belle”

Jakarta LGMI News – Dikenal karena karyanya di film-film seperti “The Girl who Leapt Through Time”, “Wolf Children”, “Mirai” yang dinominasikan Oscar dan, yang terbaru, “Belle”, Mamoru Hosoda telah menjadi terkenal baik di dalam maupun di luar negeri untuk menjadi salah satu sutradara animasi yang paling dihormati.

Mengutip Crunchyroll pada Senin, film menceritakan Suzu yang tertutup dan jauh dari ayahnya dan dunia setelah kematian ibunya. Ia lalu menempa kehidupan ganda di dunia maya U sebagai bintang musik viral Belle.

Ketika salah satu konsernya terganggu oleh pengguna misterius lain yang dikenal sebagai Beast, mengungkap kebenaran di balik identitas mereka mengungkapkan lebih banyak tentang Suzu, U, dan sifat simbolis Belle dan Beast daripada yang dia duga sebelumnya.

Kisah film terbarunya, BELLE, secara longgar terinspirasi oleh dongeng klasik Eropa “Beauty and the Beast”, yang telah diadaptasi ke layar perak sebelum termasuk yang paling terkenal dengan mahakarya Prancis John Cocteau tahun 1946 dan sebagai musikal animasi Disney pada tahun 1991.

Dengan “Belle”, Hosoda telah menawarkan pandangannya sendiri yang melekat pada akar cerita abadi sambil menyimpang dari bahan sumber untuk menempatkan spin kontemporer yang diresapi internet pada kisah tersebut dan makna keindahan yang menjadi miliknya sendiri.

Baca juga: Game “Mobile Suit Gundam Online” akan berakhir pada 2022

Baca juga: “Jujutsu Kaisen 0” rajai box office di Jepang

“Belle” / “Ryuu to Sobakasu no Hime” (2021). (Studio Chizu)

“Saya menyukai kisah ‘Beauty and the Beast’ bahkan sebagai seorang anak, dan apa yang saya suka tentang itu adalah cara nilai-nilai Anda terbalik. Apa yang Anda anggap cantik ternyata jelek, dan apa yang Anda anggap jelek ternyata cantik. Sebagai mahasiswa, saya melihat versi Jean Cocteau dan saya sudah merasakan daya tarik Beast sebagai karakter di sana,” papar Hosoda.

Ia mengatakan, sementara saya menyukai versi Jean Cocteau dan versi Disney, ia ingin membuat film itu semakin relevan untuk penonton di hari ini. Ia menyadari bahwa perubahan terbesar adalah apa yang kita anggap atau definisikan sebagai kecantikan.

“Bagi saya, kekuatan adalah keindahan dan mampu tumbuh dan menjadi lebih kuat adalah indah dan cantik,” kata Hosoda.

“Itulah yang dilakukan Suzu ketika dia bertemu dengan diri lain yang ada di dalam dirinya yang disebut Belle. Belle membantunya menjadi versi dirinya yang lebih kuat, dan itulah kecantikan yang saya definisikan hari ini,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, “Belle” (judul Jepang: “Ryuu to Sobakasu no Hime”) tengah tayang di sejumlah jaringan bioskop Indonesia mulai tanggal 12 Januari.

Selain disutradarai oleh Hosoda, film ini dibintangi oleh Kaho Nakamura sebagai Suzu/Belle, Takeru Satoh sebagai Beast/Kei, Lilas Ikuta YOASOBI sebagai Hiroka, dan Ryo Narita sebagai Shinobu.

Baca juga: Film animasi “Belle” tayang perdana di Festival Film Cannes 2021

Baca juga: Mamoru Hosoda x Uniqlo rilis kaos jelang penayangan “Belle”

Baca juga: “Demon Slayer S2” Ep.6 ungkap memori lama Muzan & transformasi Nezuko

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022


Berita ini bersumber dari Kantor Berita Antara